Friday, 17 February 2017

Tips Lolos Seleksi SM3T

Pada tulisan sebelumnya telah saya bahas pengertian SM3T secara umum. Nah, selanjutnya akan saya ulas mengenai tahapan dalam seleksi SM3T. Telah kita ketahui bersama bahwa program ini dipayungi oleh pemerintah, jadi kita tidak serta merta dapat menjadi peserta SM3T. Kita harus melalui beberpa tahapan seleksi. Seleksi dilaksanakan oleh masing-masing LPTK yang telah ditunjuk. Contoh LPTK di Prov. Jawa Timur yang ditunjuk untuk menyelenggarakan seleksi SM3T adalah Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan Universitas Negeri Malang (UM).

Terdapat beberapa tes/ujian yang perlu dilewati sebelum menjadi peserta SM3T ini. Selain itu, terdapat standar nilai yang yang harus terpenuhi apabila kita berkeinginan lolos. Ada juga batasan kuota peserta. Angkatan saya lalu kuota yang diterima Nasional adalah 3000 orang. Sedangkan tiap-tiap LPTK penyelenggara memiliki kuota sekitar 250 orang.

Berikut tahapan-tahapan seleksi SM3T berserta tips agar peluang lolos semakin besar yang saya paparkan berdasarkan pengalaman saya:

1. Seleksi Administrasi
Pada seleksi ini, calon peserta diminta untuk memenuhi segala persyaratan dan berkas-berkas yang telah ditentukan. Berkas diunggah secara online di alamat http://seleksi.dikti.go.id/sm3t/ . Tidak ada strategi khusus dalam tahapan administrasi ini. Yang terpenting semua persyaratan yang telah ditentukan dapat kita penuhi. Dimulai dari persyaratan akreditasi prodi, batas umur, dokumen-dokumen S1, surat pernyataan, dan yang lainnya.

2. Seleksi Online (Tes Materi Bidang Studi)
Setelah dinyatakan lolos seleksi andministrasi, kita akan mendapatkan panggilan untuk menuju ke tahap berikutnya yaitu tes online. Tes ini mirip dengan tes-tes online yang lain. Tes ini dilaksanakan dengan menggunakan komputer, biasa disebut CBT dan bertempat di LPTK masing-masing. Kita akan mengerjakan soal-soal melalui komputer yang telah terhubung jaringan. Soal-soal yang diujikan adalah soal dari bidang studi kita. Tiap-tiap prodi mendapatkan jumlah nomor soal yang berbeda. Contoh, saya dari prodi fisika dulu mengerjakan soal berjumlah 40 nomor pilihan ganda, prodi lain seperti penjas mendapat hingga 90 nomor. Semua tergantung prodi masing-masing. Sistem penilaiannya sama seperti UN, yaitu hanya diperhitungkan jumlah jawaban benar saja. Yang salah mendapat poin nol alias tidak diperhitungkan. Jadi, sangat disarankan agar semua nomor terisi jawaban.

3. Tes Wawancara dan Microteaching
Setelah lolos tes online, dapat kita anggap lebih dari separuh proses seleksi SM3T ini terlewati. Selanjutnya kita dihadapkan pada tes yang cukup penting, yaitu microteaching dan wawancara. Sebelumnya, saat pengumuman lolos tes online kita akan diberitahu untuk mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akan disimulasikan ketika tes microteaching. Materi bebas sesuai dengan bidang studi. Durasi RPP juga tidak ditentukan.

Kemudian pada pelaksanaan tesnya, kita akan dikumpulkan dengan calon peserta lain yang se-bidang studi dengan kita. Masing-masing peserta diberi waktu untuk tampil praktik mengajar dengan durasi 5 - 10 menit saja. Jadi mungkin beberapa tahapan pembelajaran diminta untuk dilewati (skip) oleh penguji. RPP dikumpulkan ke penguji. Kemudian yang memerankan menjadi peserta didik adalah teman-teman kita sendiri yang se-bidang studi. Nah, tips yang dapat saya sarankan pada tahap ini adalah; a) pilih materi yang menurut kita paling kita kuasai dan paling mudah; b) usahakan menggunakan media/alat peraga sederhana yang telah kita persiapkan sebelumnya; c) jangan menggunakan media yang berhubungan dengan teknologi/IT. Jelas karena kita akan ditempatkan di daerah pelosok; d) percaya diri.

Selanjutnya adalah tes wawancara. Seperti tes wawancara pada umumnya, pada tes ini kita akan ditanyai seputar kepribadian, prinsip hidup, kesiapan hati, pikiran dan mental untuk ditempatkan di daerah 3T. Contoh pertanyaan yang sering muncul adalah pertanyaan-pertanyaan permasalahan seperti: Bagaimana sikap anda?
a) Jika di daerah penempatan anda susah mendapatkan listrik, air dan sinyal?
b) Jika mayoritas penduduknya memiliki kebiasaan atau budaya yang berbeda dengan keyakinan yang selama ini anda pegang?
c) Jika di daerah penempatan terjadi konflik yang cukup serius?

Pertanyaan lain mungkin seperti ini:
d) Tujuan mengikuti SM3T?
e) Dapat info tentang SM3T darimana?
f) Keahlian apa yang dapat anda kembangkan di daerah penempatan selain mengajar?
dan lain-lain. Pada intinya, agar peluang lolos pada wawancara ini besar, kita harus menjawab dengan yakin, jujur apa adanya, dan gunakan pemikiran yang matang serta bijak. Jangan terkesan ragu, ambisius dan asal pilih enaknya saja.

4. Prakondisi 2 Minggu (Karantina)
Setelah mengikuti tes wawancara dan microteaching. Jika lolos kita akan mendapatkan panggilan untuk mengikuti prakondisi selama 2 minggu di tempat-tempat pelatihan yang sudah ditentukan sebelumnya. Ada yang mengatakan jika sudah sampai tahap prakondisi, sangat besar kemungkinan lolos menjadi peserta SM3T. Akan tetapi jangan lega terlalu dini, mengapa prakondisi ini masih termasuk tahapan seleksi SM3T? Jawabnya Ya, karena selama 2 minggu kita dilatih fisik dan mental agar siap ditempatkan dipenjuru negeri seluruh Indonesia sehingga masih besar kemungkinan peserta gugur atau mengundurkan diri karena tidak kuat.

Pada tahap prakondisi ini kita dikarantina selama 2 minggu dengan peraturan yang cukup ketat. Kedisiplinan yang sangat tinggi. Biasanya penyelenggara prakondisi ini adalah instansi militer. Pengalaman saya dulu adalah bertempat di Pangkalan TNI-AL.

Setiap hari, kita dilatih disiplin mulai pagi setelah bangun tidur hingga malam sebelum tidur lagi. Dulu slogan yang ditanamkan kepada kami adalah "Waktu yang mengatur anda, bukan anda yang mengatur waktu". Jadi maksudnya adalah menjaga kedisiplinan waktu dengan kompak pada setiap kegiatan. Padatnya kegiatan akan sangat menguji daya tahan tubuh kita.  Prakondisi ini akan membekali kita tentang banyak hal, mulai dari materi kebangsaan, bela negara, cara bertahan hidup, administrasi pendidikan, strategi mengajar di daerah 3T, dan lain-lain. Setelah 2 minggu terlewati, pada hari-hari terakhir baru akan diumumkan penempatan kita masing-masing. Itulah saat-saat yang paling mendebarkan karena menyangkut masa depan selama 1 tahun pengabdian. Dengan diumumkannya penempatan kita ini, selesai sudah tahapan seleksi SM-3T dan kita semua telah resmi menjadi Masyarakat SM-3T.

Nah, itulah paparan yang cukup rinci mengenai tahapan seleksi SM3T beserta tips/strategi agar peluang lolos semakin besar yang saya paparkan berdasarkan pengalaman pribadi saya. Semoga bermanfaat. Thanks for reading and don't forget to click the follow button. ^,^

Friday, 10 February 2017

Mengapa SM3T?

Perkenalkan nama saya Ryan. Saat ini saya sedang menjalani tugas pengabdian pada program yang diadakan pemerintah yang dijadwalkan selama 1 tahun. Program ini bernama SM3T.

Apa itu SM3T?? Secara umum sudah banyak yang mengulas atau menulis tentang SM3T ini di Internet. Maka dari itu saya akan menyampaikan sedikit gambaran, apa itu SM3T dari sudut pandang, pengetahuan dan pengalaman saya pribadi.

SM3T merupakan kepanjangan dari Sarjana Mendidik di daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal), adalah program yang diadakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Mengirimkan sarjana muda (belum menikah) dari berbagai program studi pendidikan untuk mengabdi menjadi guru selama 1 tahun di daerah yang tergolong kurang maju (pelosok). Pemerataan pendidikan untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau adalah salah satu inti tujuan dari program ini. Tentunya banyak sekali tantangan-tantangan yang harus dilalui oleh para guru SM3T. Mulai dari akses menuju lokasi pengabdian yang terkadang harus melalui perjalanan yang ekstrim, tidak layak bahkan mempertaruhkan nyawa. Mengabdi di daerah dengan segala keterbatasan yang ada, mendidik tanpa fasilitas yang layak disekolah. Hal-hal tersebut membuat guru SM3T ini memiliki keistimewaan tersendiri dibanding guru non-SM3T lainnya. Banyak pengorbanan yang harus diberikan oleh guru-guru SM3T. Mengemban tugas mulia untuk mencerdaskan anak bangsa yang mereka mulai dari pelosok negeri. Nah, lantas apa jaminan yang diberikan pemerintah untuk para pejuang-pejuang pendididikan ini sebagai timbal balik dari penugasan mereka?
Tentu ada "imbalan" yang telah disiapkan pemerintah untuk mewadahi para guru-guru SM3T ini. Imbalan tersebut berupa jenjang karir yang lebih jelas.

Selama ini kita ketahui bersama, kondisi pendidikan di Indonesia masih belum sempurna, bahkan masih jauh dari kata sempurna. Masih banyak perubahan-perubahan yang dilakukan untuk membenahi sistem dari pendidikan di negeri kita ini. Termasuk jenjang karir dari para pendidiknya. Kesejahteraan guru-guru di Indonesia rata-rata masih kurang. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya guru yang menomorduakan profesi gurunya tersebut karena tidak mendapatkan penghasilan yang cukup.

Adanya SM3T ini, pemerintah ingin memberikan jalan yang lebih jelas kepada para peserta yang mengikutinya. Setelah program SM3T, para peserta akan diikutkan program PPG (Pendidikan Profesi Guru). Program PPG ini semacam legalisasi seseorang dalam bidang pendidikan atau keguruan. Memang sempat awal-awal lalu terdapat pro dan kontra terkait adanya PPG ini. Akan tetapi itu semua tidak mengubah segala aturan dalam pelaksanaan program PPG. Jadi intinya, apabila seseorang telah mengikuti PPG dan berhasil lulus dari serangkaian tesnya, maka orang tersebut telah diakui secara legal dan profesional sebagai seorang pendidik yang dituangkan melalui sertifikat pendidik. Bahkan berhak mendapat gelar tambahan dibelakang gelar sebelumnya yaitu Guru (gr). Tetapi jika sebaliknya, orang tersebut belum diakui sebagai pendidik yang profesional.

Program PPG ini juga erat kaitannya dengan rekrutmen atau pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau sekarang biasa disebut Calon Aparatur Sipil Negara (CASN). Karena kabarnya mulai dari 1 Januari 2016 lalu, pemerintah telah mewajibkan bagi seluruh pelamar CPNS formasi Guru untuk memiliki sertifikat pendidik tersebut yang hanya didapatkan setelah mengikuti program PPG. Sedangkan hingga saat ini program PPG hanya dapat diikuti oleh para alumni SM3T, karena program PPG reguler belum dibuka. Ditambah lagi apabila jalur reguler program PPG dibuka, biaya yang diperlukan untuk mengikuti program tersebut tidak sedikit yang harus dikeluarkan. Akan tetapi, bagi para alumni SM3T akan mendapatkan beasiswa berasrama full selama 1 th PPG. Nah, Itulah beberapa hal dari segala keistimewaan yang diberikan pemerintah kepada para peserta SM3T ini. Pada tulisan berikutnya akan saya ulas tentang tahapan-tahapan seleksi dari program SM3T.

Thank you for reading, don't forget to click the follow button. ^,^