Sunday, 22 January 2017

Manajemen Keputusan

Menjadi seorang manusia yang berada dilingkungan akademisi, tentunya dibiasakan dengan kondisi-kondisi dimana dalam segala urusan pembicaraan, akan selalu dikaitkan dengan ilmu-ilmu, teori-teori, hukum,  bahkan sumber yang jelas. Normalnya semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang, maka kualitas pembicaraan juga semakin berbobot. Akibatnya, pola pikir manusia pun pada akhirnya akan bertumpu pada pertimbangan-pertimbangan yang berbobot pula. Termasuk dalam menentukan pilihan untuk melangkah. Contoh yang sering terjadi ketika menggunakan pertimbangan-pertimbangan yang matang tersebut adalah di saat memilih jalan untuk meraih impian atau cita-cita.

Selama hidup, tentunya banyak hal yang ingin kita raih. Banyak cita-cita atau impian yang ingin dicapai. Sedangkan pada umumnya, cita-cita erat kaitannya dengan suatu pekerjaan/profesi. Inginnya menjadi orang sukses melalui bermacam-macam profesi seperti: pengusaha, guru/dosen, tentara/polisi, pegawai bank, perusahaan pertambangan dan lain-lain. Ambil satu contoh, ada seseorang yang berkeinginan menjadi dosen, pasti dari awal dia akan berusaha dengan mencoba berbagai jalan. Mulai dari mencoba berbagai jenis beasiswa pascasarjana dari pemerintah, swasta, luar negeri atau yang lainnya. Setelah itu selesai, dia tentu mendaftar ke setiap kampus yang membuka lowongan pekerjaan.

Nah, karena begitu banyaknya jalan untuk meraih suatu cita-cita tersebut, pada akhirnya kita mencoba semua jalan yang ada. Perlu kita ketahui, maksud dari mencoba semua jalan yang ada bukanlah mencoba dengan segala cara atau jalan yang tidak dibenarkan. Tetapi mencoba semua jalan dengan maksud untuk memperbesar peluang agar cita-cita tersebut tercapai.

Di saat jalan-jalan yang ada di depan mata terpampang dalam satu waktu, kita tentunya terpikir untuk mencoba semua jalan itu (jika mampu). Hal ini tidak salah, apalagi persaingan di zaman seperti sekarang ini semakin membuat kita was-was, pengangguran semakin banyak. Jangan sampai kita salah dalam mengambil keputusan. Karena hal tersebut akan sangat berpengaruh kepada diri kita dimasa mendatang. 

Pertimbangan-pertimbangan yang matang akan sangat diperlukan pada fase ini. Hal ini tergantung dari bagaimana kita menentukan keputusan, membuat prioritas, analisis keberhasilan, pengelolaan pertimbangan yang baik. Semua itu akan menentukan nasib kita sendiri. Kita harus memilih jalan yang jelas, tentu tidak mungkin kita melewati dua atau tiga jalan secara bersamaan. Karena pada suatu titik, harus ada yang diutamakan atau harus ada yang yang dikalahkan. Maka putuskanlah hanya satu jalan untuk satu tujuan dengan pertimbangan yang matang.

Ketika pilihan sudah diputuskan melalui manajemen yang baik, kita hanya perlu fokus dan meyakini bahwa itulah yang terbaik. Meningkatkan profesionalitas di dalamnya. Menjalani dengan maksimal dan penuh rasa syukur. Because good management will always result the best. We must believe the truth is only one. ^,^

No comments: